https://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/issue/feedRisalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam2025-03-19T18:08:23+00:00Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islamdidikhimmawan@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam</strong> is published by the Faculty of Islamic Studies Wiralodra University. Published 4 (four) times annually, on March, June, September, and December. Each of the issue has articles both on conceptual article and research article. Published in Bahasa Indonesia, but English-written articles are also welcomed.</p>https://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/2139Model Pembelajaran Index Card Match Untuk Meningkatkan Minat Belajar Al-Qur’an Hadist di Kelas VIII MTs Al-Ghozali Jatibarang Indramayu2025-02-24T18:00:38+00:00Ibnu Rusydiibnurs@gmail.comSyifa Nur Fadilahsyifanurfadilah241@gmail.comLutfiahlutfiah@faiunwir.ac.id<p>Faktor yang melatarbelakangi penelitian ini adalah banyak siswa yang tidak fokus dan kurang aktif saat pembelajaran berlangsung. Seperti tidak ada motivasi dan minat yang mendorong untuk belajar, selain itu minat belajar terlihat sangat kurang dilihat dari . Tujuan penelitian yang menggunakan model pembelajaran Index Card Match untuk meningkatkan minat belajar Al-Qur’am dan Hadist pada siswa kelas VIII di MTs al-Ghozali. Metode yang peneliti gunakan adalah penelitian tindakan kelas yang menggunakan Observasi yang bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Model pembelajaran ini berpengaruh dalam peningkatannya Minat belajar siswa Mts Al-Ghozali.</p>2025-02-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Ibnu Rusydi, Syifa Nur Fadilah, Lutfiahhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/2140Strategi Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Menangani Perilaku Bullying di SMP Negeri 1 Balongan2025-03-02T20:03:15+00:00Evi Aeni Rufaedahaenirufaedah4217@gmail.comIbnu Rusydiibnurs@gmail.com<p>Perilaku bullying atau perundungan adalah tindakan maladaptif yang dilakukan oleh seseorang secara sengaja dan berulang-ulang, sehingga perilaku tersebut tidak bisa dianggap normal, karena akan memberikan dampak negatif kepada korban. Para korban bullying akan merasa tertekan, tidak percaya diri, takut, khawatir, dan stress ketika datang ke sekolah. Solusi yang ditawarkan untuk mencegah bullying yaitu dengan menawarkan kegiatan psikoedukasi anti bully di SMP Negeri 1 Balongan dengan harapan bahwa sekolah tersebut memiliki pengetahuan tentang bullying dan dapat menghindari praktek bullying di sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan dengan metode ceramah, bimbingan kelompok, modeling, role play, dan diskusi kelompok. Metode ceramah dipilih karena metode ini akan membuka pemahaman para peserta kegiatan untuk lebih memahami makna bullying, jenis-jenis bullying, dampak bullying, serta bentuk-bentuk tindakan pencegahan bullying yang dapat dilakukan. Selanjutnya metode bimbingan kelompok dan diskusi kelompok adalah motode kombinasi yang dipilih dengan pertimbangan kedua metode ini dapat merangsang keaktifan para peserta dalam mendiskusikan beberapa permasalahan bullying yang terjadi di sekolah, serta mencari jalan keluar dalam memecahkan kasus-kasus tersebut.</p>2025-02-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Evi Aeni Rufaedah, Ibnu Rusydihttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1621Peran Kiai dalam Kepemimpinan Pesantren2025-03-08T19:34:19+00:00Arum Nela Falakhina23200011068@student.unwahas.ac.idSari Hernawatisari_hernawati@unwahas.ac.id<p>Pentingnya kepemimpinan di pesantren tidak dapat dipungkiri lagi, karena keberhasilan atau kegagalan lembaga tersebut bergantung pada kepemimpinan yang ditunjukkan oleh seorang kiai. Kiai memegang kekuasaan kepemimpinan di pesantren, dan kehadiran kiai sangat penting agar pesantren dapat berfungsi. Kepemimpinan pesantren sangatlah penting dan mempunyai dampak yang signifikan. Oleh karena itu, kedudukan kiai secara inheren dihargai dalam pengembangan pesantren. Untuk menumbuhkan pemimpin yang inspiratif, penting untuk membangun kerangka komunitas belajar yang dinamis. Artikel ini akan mengeksplorasi konsep kepemimpinan di pesantren, berbagai gaya kepemimpinan yang ada di lembaga-lembaga tersebut, serta fungsi dan tanggung jawab khusus seorang kiai. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kepustakaan, yang mengambil informasi dari berbagai sumber dalam bentuk buku. Temuan penelitian menunjukkan bahwa berhasil atau tidaknya lembaga pesantren bergantung pada gaya kepemimpinan yang diterapkan. Penting untuk diketahui bahwa meskipun semua anggota berpartisipasi dalam kegiatan, kepemimpinan tetap berperan penting dalam menentukan efektivitas dan efisiensi. Selain itu, visi dan misi juga mempunyai dampak yang signifikan dan komponen-komponennya saling berhubungan. Standar yang digunakan dalam konteks ini secara khusus disesuaikan dengan hukum Islam dan mencakup elemen-elemen berikut: 1) kepatuhan terhadap prinsip-prinsip etika yang selaras dengan ajaran Nabi Muhammad, 2) kepemimpinan yang obyektif, 3) pemimpin dengan reputasi kredibilitas yang kuat, dan 4) pemimpin yang secara konsisten menunjukkan daya tanggap.</p>2025-03-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Arum Nela Falakhina, Sari Hernawatihttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1367Relavansi Konsep Akhlak Penghafal Al Qur’an Terhadap Perkembangan Kompetensi Afektif Santri di Unit KMT Darusy Syahadah Boyolali2025-03-08T19:36:42+00:00Muhammad Saubari Abdullahelfaqihy@gmail.comMohammad Zakki Azzanimza650@ums.ac.idChusniatunchu144@ums.ac.id<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa relevansi konsep Akhlak penghafal Al Qur'an yang dijelaskan dalam kitab Hilyatu Ahlil Qur'an, terhadap perkembangan kompetensi afektif santri penghafal Al Qur'an. Penelitian ini memberikan manfaat yaitu memperkaya khazanah keilmuan pendidikan agama Islam dan membantu lebih memahami lagi bagaimana konsep akhlak penghafal Al Qur'an, khususnya bagi peneliti, praktisis pendidikan, dan menjadi sumber refrensi bagi instansi pendidikan. Jenis Penelitian ini bersifat kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dalam hal ini mendeskripsikan konsep akhlak penghafal Al Qur'an yang bersumber dari kitab Hilyatu Ahlil Qur'an yang disusun oleh Tim Penyusun Markaz Dirasat wal Ma’lumat Qur’aniyyah Ma’had Imam Asy Syathiby, serta mencari tahu relevansi nya terhadap kompetensi afektif santri. Jenis penelitian Tesis ini menggunakan metode field research (penelitian lapangan) yaitu penelitian dengan melakukan pengamatan secara langsung dengan cara observasi lapangan, tes wawancara dan menyebarkan kuesioner. Sementara teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, yaitu teknik dengan cara menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data dengan melakukan observasi berperan serta, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan konsep akhlak bagi penghafal Al Qur’an, pola pembinaan akhlak santri serta relevansinya terhadap perkembangan kompetensi afektif para santri penghafal Al Qur’an, adapun konsep yang ditemukan antara lain: konsep berakhlak kepada diri sendiri, konsep akhlak kepada guru, konsep akhlak kepada teman, konsep akhlak terhadap masjid, dan konsep akhlak terhadap kehidupan ilmiyahnya. Adapun relevansi penerapan konsep ini pada berbagai kegiatan di pesantren, terlihat bahwa kompetensi afektif santri secara keseluruhan mengalami perkembangan yang baik dan memiliki relevansi yang kuat antara konsep akhlak yang diterapkan pada beberapa kegiatan sebagai pola pembinaan akhlak terhadap perkembangan kompetensi afekti pada berbagai ranahnya. </p>2025-03-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Muhammad Saubari Abdullah, Mohammad Zakki Azzani, Chusniatunhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1783Studi Etnografi tentang Keterkaitan Pendidikan Agama Islam dengan Tradisi Lokal pada Komunitas Petani di Desa Tanjungkerta Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu2025-03-08T19:35:26+00:00Mohammad Akmal Harisakmalmharis@gmail.com<p>Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara Pendidikan Agama Islam dan tradisi lokal di komunitas petani Desa Tanjungkerta Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu dengan pendekatan etnografi. Pendidikan Agama Islam di Desa ini diterapkan tidak hanya melalui lembaga formal, tetapi juga melalui tradisi lokal seperti <em>sedekah bumi</em>, <em>baritan</em>, dan <em>selametan</em> yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam, seperti gotong-royong dan tanggung jawab sosial, diperkuat oleh tradisi lokal, menjadikan Pendidikan Agama Islam lebih relevan dan mudah diterima. Tokoh agama dan pemimpin lokal berperan penting dalam menyampaikan ajaran yang terkait dengan kehidupan petani, sehingga Pendidikan Agama Islam menjadi bagian dari praktik hidup komunitas. Integrasi ini berdampak positif pada norma sosial dan budaya, menciptakan masyarakat yang harmonis dan berkesadaran lingkungan.</p>2025-03-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Mohammad Akmal Harishttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1278Praktik Pengembangan Kurikulum di Indonesia sebagai Reflaksi dalam Upaya Pengembangan Kurikulum Pendidikan2025-03-08T19:08:22+00:00Muhammad Rifqi Zam Zamirifqizami.id@gmail.comMa’ruf Syifa’udinmarufsyifaudin21@gmail.comRoshifah JauhariRoshifahj@gmail.comSari Hernawatisari_hernawati@unwahas.ac.id<p>Artikel ini membahas tentang sejarah serta praktik pengembangan kurikulum yang terjadi di Indonesia selama 78 tahun merdeka. Pentingnya kajian tentang praktik pengembangan kurikulum di Indonesia ini adalah untuk melihat dan menganalisa pengembangan kurikulum yang terjadi di Indonesia sebagai upaya untuk mengembangkan kurikulum pendidikan, khususnya dalam satuan pendidikan atau sebuah lembaga pendidikan. Metode penelitian yang penulis gunakan untuk penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif kajian pustaka (library research). Objek kajian terletak pada sejarah dan praktik pengembangan kurikulum di Indonesia. Harapan dari penelitian ini adalah kesadaran akan pentingnya pengembangan kurikulum pendidikan yang harus dilaksanakan oleh satuan pendidikan di era Kurikulum Merdeka. Pengembangan kurikulum pendidikan harus didasarkan pada aspek sosial kemasyarakatan dan beberapa faktor yang mempengaruhinya tanpa mengesampingkan hal-hal yang berkaitan dengan proses pengembangan kurikulum pendidikan. Harapannya, proses pendidikan dalam satuan pendidikan dapat terlaksana secara baik untuk mewujudkan manusia yang berkualitas dan dapat mengikuti arus perkembangan globalisasi.</p>2025-03-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Muhammad Rifqi Zam Zami, Ma’ruf Syifa’udin, Roshifah Jauhari, Sari Hernawatihttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1317Implementasi Pendidikan Karakter Toleransi di Asrama Putri Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau Shine Al-Falah Kota Padang2025-03-08T19:18:12+00:00Gustiva AndriGustivaandri99@gmail.comFakih Abdul Rozakfaqihpbg118@gmail.com<p>Pendidikan karakter toleransi adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter toleransi kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, saling menghargai dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Tulisan ini bermaksud untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter toleransi di asrama putri Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau Shine Al-Falah Padang. Memperhatikan perkembangan Implementasi Pendidikan Karakter toleransi bertujuan agar santri mampu menerapkan nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam al-Qur’an ketika mereka berada diasrama maupun dalam lingkungan masyarakat nantinya. Implementasi pendidikan karakter toleransi di asrama putri Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau Shine Al-Falah Kota Padang dengan cara menginternalisasikan nilai-nilai karakter toleransi disetiap kegiatan pesantren khususnya di asrama putri.</p>2025-03-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Gustiva Andri, Fakih Abdul Rozakhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1364Pemahaman Konsep Dasar Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, dan Filsafat: Perspektif Filsafat Hidup, Negara, dan Kependidikan2025-03-05T14:50:49+00:00Nuryamiemi.nuryami@gmail.comTobronitobroni@umm.ac.idJoko Widodojoko_w@umm.ac.id<p>Pengetahuan, ilmu pengetahuan, filsafat, filsafat hidup, filsafat negara, dan filsafat pendidikan adalah topik yang menjadi pusat perhatian dalam berbagai bidang akademis dan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menggali hubungan yang kompleks antara ketiga domain tersebut dan menyoroti peran masing-masing dalam membentuk pandangan dunia dan praktik-praktik sosial. Melalui pendekatan interdisipliner, penelitian ini menelusuri kontribusi ilmu pengetahuan terhadap pemahaman kita tentang alam semesta, peran filsafat dalam merangsang refleksi kritis dan pemikiran kreatif, serta bagaimana filsafat hidup memandu individu dalam menjalani kehidupan yang bermakna dan autentik. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi konsep-konsep filsafat negara dan filsafat pendidikan dalam konteks pembentukan struktur sosial dan sistem pendidikan. Dengan memperkuat pemahaman tentang keterkaitan antara pengetahuan, ilmu pengetahuan, dan filsafat, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang kompleksitas manusia dan dunia yang ada di sekitarnya serta memberikan dasar yang kokoh untuk pembahasan lebih lanjut tentang topik ini dalam konteks kontemporer.</p>2025-03-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Nuryami, Tobroni, Joko Widodohttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1366Implikasi Pola Asuh Orangtua Terhadap Kecerdasan Emosional Anak dalam Berinteraksi Sosial di Sekolah2025-03-08T19:29:43+00:00I’im Nurhikmahiimnurhikmah1@gmail.com<p>Pada dasarnya setiap orangtua akan berusaha mendidik anak-anaknya menjadi anak yang mempunyai akhlak mulia yang sesuai dengan ajaran agama Islam serta meneladani akhlak Nabi Muhamad SAW. Dalam hal ini memunculkan beragam cara yang dilakukan orangtua untuk memberikan didikan serta pola asuh terhadap anak yang berbeda-beda. Perbedaan pola asuh dalam mendidik biasanya dipengaruhi oleh faktor pengalaman yang pernah didapatkan semasa kecil ataupun pola asuh yang terbentuk dari pelatihan parenting.</p> <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola asuh yang diberikan orangtua kepada anak. Mendeskripsikan kecerdasan emosional anak dalam berinteraksi sosial di sekolah, serta menganalisa implikasi pola asuh orangtua terhadap kecerdasan emosional anak dalam berinteraksi sosial di sekolah.</p> <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan jenis penelitian kualitatif. Sedangkan metode yang digunakan adalah deskriptif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MI Al-Washliyah Perbutulan untuk meneliti implikasi pola asuh orangtua terhadap kecerdasan emosional anak dalam berinteraksi sosial di sekolah. Sedangkan sampel atau yang disebut dengan informan dalam penelitian ini adalah guru kelas, enam siswa MI Al Washliyah Perbutulan dan orangtua dari siswa yang menjadi sempel.</p> <p>Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pola asuh yang digunakann dalam mendidik anak sangat beragam, seperti pola asuh demokratis, pola asuh situasional, dan pola asuh otoriter, namun yang dominan diaplikasikan adalah pola asuh demokratis. Pola asuh demokratis adalah sebuah pola yang mengajarkan anak untuk mandiri, namun masih dalam pengawasan orangtua. Orangtua memberikan ruang untuk anak berkembang sesuai dengan yang dinginkan, dari sinilah rasa percaya driri anak bisa tumbuh. Pola asuh orangtua akan berpengaruh pada kecerdasan emosional anak dalam tingkah lakunya baik dalam berinteraksi sosial ataupun dalam mengolah emosi, hal ini dapat dilihat ketika anak merespon suatu rangsangan yang dihadapinya. Kecerdasan emosional sejatinya bisa di latih, pola asuh yang diberikan sangat berpengaruh dalam kehidupan mendatang anak tersebut. Anak yang terlahir dari keluarga yang harominis dan menerapkan pola asuh demokratis, biasanya anak tersebut akan tumbuh menjadi anak yang mandiri, memiliki kepercayaan diri yang baik serta terbuka dengan orangtuanya.</p>2025-03-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 I’im Nurhikmahhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1242Pola Pendidikan Inklusif (Studi Bagi Anak Learning Disorder) Di SLB ABC Aisyiyah Melati2025-03-08T18:47:18+00:00Amalia Nurhanisa Gultomamaliagultom44@gmail.comElma Zaharaelmazahara05@gmail.comNur Ikhsan Kharisma Sitorussitorusikhsan27@gmail.comZahrotu Saffanahzahrotusaffanah@gmail.com<p>Pendidikan inklusif merupakan pelayanan pendidikan yang diberikan kepada anak berkebutuhan khusus agar memperoleh pendidikan yang sesuai. Pendidikan inklusif diharapkan dapat menjamin anak berkebutuhan khusus bisa memperoleh hak pendidikan yang sama dengan anak normal pada umumnya. Pendidikan inklusif memberikan kontribusi yang besar kepada peserta didik berkebutuhan khusus dan orang-orang disekitarnya dalam bidang pendidikan. Metode yang digunakan dalam penulisan jurnal ini yaitu metode kualitatif. Data deskriptif yang diperoleh berupa kata-kata, gambaran, perilaku yang diungkapkan dalam bentuk laporan. Dalam pendidikan inklusif, anak penyandang disabilitas merasa betah berinteraksi dengan lingkungan sosial, sehingga dapat meningkatkan pembelajaran. Melalui pendidikan inklusif, siswa penyandang disabilitas dapat belajar bersosialisasi dalam situasi kehidupan nyata di ruang kelas. Upaya pendidikan inklusif perlu terus ditingkatkan agar anak dengan ketidakmampuan belajar dapat meraih kesuksesan melalui pendidikan.</p>2025-03-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Amalia Nurhanisa Gultom, Elma Zahara, Nur Ikhsan Kharisma Sitorus, Zahrotu Saffanahhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1248Cross-Cultural Counseling And Religious Tolerance2025-03-08T18:48:43+00:00Neni Elvira. Zneni.elvira27@gmail.comFirmanfirman@fip.unp.ac.idMaizatul Mardiana Harunmaizatul.harun@upmedu.my<p>This research aims to explain the concept of cross-cultural counseling and religious tolerance. The research methodology involves review literature study and conceptual analysis, drawing insights from scientific journals, books, and relevant documents on cross-cultural counseling and tolerance religious. The findings suggest that cross-cultural counseling is an important and relevant approach in multicultural societies. Culturally sensitive counselors have extensive knowledge and Culturally responsive skills can create an inclusive and supportive environment counseling environment for clients from diverse cultural backgrounds, facilitates effective problem solving and personal growth. This research highlighting the importance of embracing tolerance and respect differences to foster a peaceful and harmonious society amidst culture and religious diversity. In conclusion, cross-cultural counseling presents a sensitive and comprehensive approach in promoting interfaith tolerance in various communities. With respect differences and the rights of individuals to practice their religious beliefs, society can live mutual respect, harmony the spirit of Pancasila as the basis of the Indonesian state.</p>2025-03-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Neni Elvira. Z, Firman, Maizatul Mardiana Harunhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1249Children's Values And The Sustainability Of Education In The Toba Community2025-03-08T18:50:13+00:00Rachman Hakimrachmanhakim.cmt@gmail.comFirmanfirman@fip.unp.ac.idMohd. Suhadi Bin Mohamed Sidiksuhadisidik@unishams.edu.my<p>The Toba Batak ethnic group has a cultural philosophy to guide their lives. To achieve this philosophy they carry out education because they are aware that education is a step in achieving this philosophy. This research aims to analyze Batak parents' perspectives on education. This research method uses a qualitative method in the form of a literature review. Data collection in this research uses library research as literature material that can present data and is accompanied by supporting documents which are important references in this study. The results of this research show that Batak parents highly value education and will strive for education whatever the circumstances. Because for Batak parents, children are pride, honor, wealth and the most valuable possessions for the family.</p>2025-03-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Rachman Hakim, Firman, Mohd. Suhadi Bin Mohamed Sidikhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1240Implementasi Strategi STAD (Student Teams Achievement Division) Pada Pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Medan 2025-03-08T18:44:25+00:00Arlinaarlina@uinsu.ac.idDesi Sabtinadesisabtina@gmail.comDewi Aryantiariyantidewi903@gmail.comBilal Hafislalhafiz00@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan penerapan Strategi Student Teams Achievement Division (STAD) pada kelas VII-2 MTsN 2 Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi STAD memberikan dampak positif pada siswa, termasuk peningkatan motivasi belajar, keberanian, dan rasa percaya diri. Selain itu, strategi ini juga berkontribusi pada peningkatan kecerdasan emosional dan motivasi belajar siswa, serta memperkuat kerja sama antar siswa. Meskipun strategi STAD membawa sejumlah kelebihan, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kelemahan. Salah satu kelemahan utama adalah tidak semua peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran karena perbedaan kemampuan kognitif siswa. Penemuan ini memberikan wawasan penting bagi guru dan pengambil kebijakan untuk menyesuaikan implementasi strategi STAD dengan kebutuhan dan karakteristik kelas, sehingga potensi positif strategi ini dapat dioptimalkan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat menengah.</p>2025-03-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Arlina, Desi Sabtina, Dewi Aryanti, Bilal Hafishttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1243Media Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Di SLB ABC TPI Medan2025-03-08T18:53:00+00:00Fithri Asmeliafithriasmelia09@gmail.comNurhayati Bakonurhayatibako2019@gmail.comShafira Nur Permanapermanashafiranur@gmail.comArjuna Barkah FirdausArjunabarkah272003@gmail.com<p>Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengamati media pembelajaran yang digunakan oleh anak berkebutuhan khusus. Adapun metode pada peneliitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini bahwasanya sebagaimana yang kami lihat secara langsung, media yang digunakan di SLB ABC TPI Medan adalah di antaranya : 1) kartu gambar, 2) puzzle huruf, bangun ruang, dan hewan, 3) meronce warna, 4) ring donat, 5) gambar/foto/poster. Media-media tersebut tentu dapat membantu dan mempermudah proses pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus, sehingga tercapainya tujuan pembelajaran.</p>2025-03-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Fithri Asmelia, Nurhayati Bako, Shafira Nur Permana, Arjuna Barkah Firdaushttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1246Implementasi Strategi Pembelajaran Snowball Throwing Pada Pelajaran Akidah Akhlak Kelas V MIS Biyatul Hidayah 2025-03-08T18:51:29+00:00Siti Ardiyantisholihahsiti289@gmail.comArlinaarlina@uinsu.ac.idAldi Maulana Ongaldimaulanaong044@gmail.comWirda Aini Rambewirdaainirambe19@gmail.com<p>Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk membuat proses pembelajaran agar tidak monoton dan lebih menyenangkan dengan menggunakan strategi snowball throwing di MIS Bidayatul Hidayah Medan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan tehnik pengumpulan data berupa observasi, dan dokumen RPPH. Adapun yang menjadi subjek penelitiannya yakni siswa-siswi kelas V MIS Bidayatul Hidayah Medan. Dengan tehnik keabsahan data berupa lama-lama dan berpanjang- panjang, serta triangulasi. Hasil penelitian pada jurnal ini menunjukkan bahwa implementasi strategi pembelajaran snowball throwing dapat meningkatkan ketertarikan, semangat belajar serta menambah pengalaman siswa.</p>2025-03-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Siti Ardiyanti, Arlina, Aldi Maulana Ong, Wirda Aini Rambehttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1330Teori Maqasid Syari’ah Klasik (Asy-Syatibi)2025-03-08T19:01:12+00:00Muhammad Nur Khaliqkhaliqjoegaaliq@gmail.comAji Pangestuajipangestu02022000@gmail.com<p>Secara umum, hukum Islam dianggap sebagai peraturan yang mencakup segala aspek kehidupan, baik yang bersifat manusiawi maupun ilahi. Hal ini mengimplikasikan bahwa sumber hukum Islam sejatinya bersumber dari keilahian Tuhan, sekaligus juga dari akal manusia dalam proses penciptaannya. Namun, setelah runtuhnya peradaban Islam, hukum Islam mengalami penyimpangan menjadi hukum yang hanya diterapkan secara terbatas, terutama dalam aspek-aspek kehidupan seperti hukum keluarga, sementara aspek lainnya menjadi kurang terpenuhi. Lebih lanjut, kelemahan hukum Islam terletak pada ketidakmampuannya dalam menghadapi tantangan-tantangan modern yang muncul. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan yang komprehensif. Banyak ahli meyakini bahwa untuk memperkuat hukum Islam, yang paling krusial untuk ditingkatkan adalah aspek metodologisnya, yang dalam konteks ini merujuk pada teori hukum Islam yang dikenal sebagai ushul fiqh. Perlu dilakukan perbaikan pada aspek ini agar dapat mengarahkan perkembangan sosial dari sudut pandang hukum. Namun, apa yang telah diberikan oleh tokoh-tokoh ushuliyyun sebelumnya, terutama dari empat madzhab hukum Islam, dalam bentuk metode hukum Islam yang metodologis, dirasa tidak lagi memadai untuk mengatasi kompleksitas permasalahan hukum yang muncul. Kemudian, munculah kontribusi dari tokoh seperti Asy-Syatibi yang menawarkan metode baru dalam teori hukum Islam. Metode yang ditawarkannya membawa perspektif baru dalam memahami sumber-sumber hukum Islam, yang biasa dikenal dengan istilah istiqra' ma'nawi. Tulisan ini akan membahas dan menjelaskan lebih lanjut mengenai konsep tersebut.</p>2025-03-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Muhammad Nur Khaliq, Aji Pangestuhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1283Peningkatan Hasil Belajar Melalui Media Audio Visual (Studi Kasus: Siswa Kelas V di MI Taman Pendidikan Islam pada Mata Pelajaran IPS)2025-03-08T18:57:45+00:00Willa Putriwilla.putri@iuqibogor.ac.idRia Rizki Agustiniria.rizki.agustini@iuqibogor.ac.idNadia Turrahmahairaamaraturrahmah@gmail.com<p>Pemilihan Media Audio Visual merupakan salah satu solusi yang tepat dan dapat membantu kegiatan belajar menjadi lebih menarik dan inovatif sehingga dalam proses pembelajarannya terutama mata pelajaran IPS dengan materi Interaksi Sosial. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model Penelitian Tindakan Kelas ini memiliki 4 Komponen yang harus ada, yaitu: Rencana, Tindakan, Pengamatan, Refleksi. Berdasarkan hasil Presentase nilai Post Test pada siklus II sudah cukup memuaskan yaitu mencapai 92%% siswa yang berhasil mencapai KKM, dan hanya 8% siswa yang belum mencapai KKM. Dengan begitu target yang diharapkan peneliti sudah terpenuhi yaitu lebih dari 70% siswa yang mencapai KKM, sehingga peneliti memutuskan untuk menghentikan penelitian cukup sampai pada siklus II. Berdasarkan Penelitian Tindakan Kelas yang telah dilakukan pada siswa kelas V MIS Taman Pendidikan Islam yaitu penggunaan Media Audio Visual dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada kompetensi Interaksi Manusia dan Lingkungan beserta pengaruhnya menghasilkan simpulan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang cukup signifikan dengan bantuan media audio visual.</p>2025-03-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Willa Putri, Ria Rizki Agustini, Nadia Turrahmahhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/828Al-Kindi Thinking: Harmonization of Islam and Philosophy2025-03-08T18:59:41+00:00Jefri Rieski Triyantojefririeski@unej.ac.id<p style="font-weight: 400;">The purposes of this study are as follows: (1) to analyze and describe Al-Kindi's philosophers about philosophy; (2) to analyse and to describe the philosopher of one of the Islamic figures named Al-Kindi in an attempt to harmonize his thinking between philosophies and Islamic religions. The research method used in this research uses historical research with an approach to the study of literature. The result of this study is the study of philosophy and religion carried out by Al-Kindi realized with the existence of reconciliation to prove that between philosophers and religions equally constitutes a science of truth and there is no difference between the two. Therefore, the role of the Al-Kindi figure is very important as the first philosopher who came from the Muslim community.</p> <p style="font-weight: 400;"><strong>KEY WORDS</strong>: Thought; Al-Kindi; Islam; Philosophy</p> <p style="font-weight: 400;"> </p> <p style="font-weight: 400;"> </p>2025-03-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jefri Rieski Triyantohttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1250Merantau Culture as One of The Stratgeies in Developing Independent Character in The Environment Minangkabau Community2025-03-08T19:03:05+00:00Denia Syapitrideniasyapitri98@gmail.comFirmanfirman@fip.unp.ac.idMohd Nazri Abdul Rahmanmohdnazri_ar@um.edu.my<p>For most Indonesian people, especially the Minangkabau tribe in West Sumatra, merantau has become a way of life. This culture of wandering is very significant and important in the archipelago. So the Minangkabau people use this culture of wandering as a strategy in cultivating an independent nature. This research aims to see and find out how the culture of wandering is a strategy in developing independent character in the Minangkabau community. The method used for this study is a literature study sourced from books, journals, papers, notes or articles to collect information about the culture of merantau Minangkabau society, independent character and the culture of merantau towards the development of independent character in the Minangkabau community. The research results show that merantau symbolizes Minangkabau cross-cultural culture, where they initially come into contact with different systems and ways of life. They have to learn to adapt if they want to adapt, be accepted even though there are differences and the Minangkabau people cultivate an independent character as one way of doing this.</p>2025-03-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Denia Syapitri, Firman, Mohd Nazri Abdul Rahmanhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1254Strategi Guru Bimbingan dan Konseling dalam Pencegahan Isu Tiga Dosa Besar Pendidikan tentang Kekerasan Seksual Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Di SMK Kabupaten Lampung Tengah2025-03-08T19:04:48+00:00Wardoyoardomadakari@gmail.comFirmanfirman@fip.unp.ac.idNetrawatinetrawati@fip.unp.ac.idMohd Nazri Abdul Rahmanmohdnazri_ar@um.edu.my<p>Kekerasan seksual terhadap remaja masih merupakan isu yang tersebar di banyak negara, termasuk Indonesia. Data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPA) menyebutkan bahwa dari Januari hingga 27 September 2023, terdapat 19.593 laporan kekerasan di seluruh Indonesia. Angka tersebut berasal dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak atau Simfoni PPA, yang memberikan data real-time pada pukul 14.35 WIB. Dari total kasus kekerasan seksual, 17.347 korbannya adalah perempuan, dan 3.987 di antaranya adalah laki-laki. Rentang usia remaja 13-17 tahun menjadi kelompok korban terbanyak dengan 7.451 kasus. Metode kajian literatur digunakan untuk mendeskripsikan konten pokok seputar isu ini. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dilakukan di SMK Kabupaten Lampung Tengah menjadi inisiatif penting dalam menghadapi kekerasan seksual. Guru Bimbingan dan Konseling dalam jenis proyek ini dapat memberikan pemahaman dan arahan mengenai larangan serta risiko perilaku kekerasan seksual, yang dapat berdampak negatif pada korban dan pelaku. Proyek ini sangat berperan dalam memberikan pengetahuan dan pembelajaran kepada guru Bimbingan dan Konseling serta peserta didik terkait isu kekerasan seksual. Dengan memasukkan dimensi profil pelajar Pancasila, diharapkan peserta didik dapat menghindari perilaku buruk terkait kekerasan seksual.</p>2025-03-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Wardoyo, Firman, Netrawati, Mohd Nazri Abdul Rahmanhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1255Perencanaan Proses Pembelajaran Pendidikan Islam untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan2025-03-08T19:06:03+00:00Muhammad Frandanidani.aboeharun@gmail.comEndin Mujahidinendin.mujahidin@uika-bogor.ac.idNesia Andriananesia.andriana@uika-bogor.ac.idAbas Mansur Tamamabas@uika-bogor.ac.idAhmadelfatih18@yahoo.co.id<p>Perencanaan pembelajaran yang baik memiliki korelasi yang kuat dengan peningkatan mutu pendidikan. Melalui perencanaan pembelajaran yang matang, guru dapat mengoptimalkan pengalaman belajar siswa, meningkatkan partisipasi dan pemahaman mereka, serta merespons kebutuhan individual siswa. Hal ini secara langsung berhubungan dengan peningkatan mutu pendidikan, di mana hasil belajar siswa akan meningkat dan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan penyurusan perencanaan pembelajaran pendidikan Islam secara baik dan matang agar dapat meningkatkan kualitas lulusan yang mampu beradaptasi dengan zaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan-tahapan penyusunan perencanaan pembelajaran pendidikan Islam yaitu, (1) mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang mengarah kepada tujuan pendidikan Islam, (2) menentukan materi/ konten pembelajaran yang sejalan dengan prinsip-prinsip agama Islam, (3) metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif, (4) media pembelajaran yang jauh dari syubhat dan syahwat, (5) sumber belajar yang otoritatif, dan (6) evaluasi pembelajaran.</p>2025-03-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Muhammad Frandani, Endin Mujahidin, Nesia Andriana, Abas Mansur Tamam, Ahmadhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1318Kompetensi Pengasuh Santri Perspektif Kitab Ar-Rasul Al-Mu’allim Wa Asalibuhu Fi At-Ta’lim Karya Abdul Fattah Abu Ghuddah2025-03-08T19:10:32+00:00M. Nurman Ardiansyahfatiah039nurman@gmail.comHasbi Indrahasbi.indra@uika-bogor.ac.idAbdul Hayyie Al-Kattanialkattani@gmail.com<p><strong>Salah satu unsur penunjang keberhasilan dalam dunia pendidikan di Pondok Pesantren adalah adanya pengasuh santri. Kehadiran pengasuh santri dapat menciptakan suasana yang kondusif, keadaan yang nyaman bagi santri dalam melaksanakan aktifitas rutin di Pondok Pesantren. Dibutuhkan kompetensi pengasuh santri yang mumpuni, sehingga keberadaannya betul-betul memberikan dampak positif bagi pelaksanaan program pendidikan di Pondok Pesantren.</strong></p> <p><strong>Keteladanan menjadi salah satu hal terpenting dalam menentukan kompetensi santri di Pondok Pesantren. Keteladanan merupakan proses pendidikan yang berlangsung dengan cara mencontohkan mengenai perilaku sosok figur dalam bertingkah laku, berbicara, berpikir, dan melakukan berbagai hal yang dapat membentuk suatu kebiasaan yang baik, sehingga juga dapat membentuk karakter yang baik.</strong></p> <p><strong>Satu-satunya keteladanan yang paripurna bagi seorang muslim adalah keteladanan Nabi Muhammad SAW. Dalam Kitab </strong><strong>Ar-Rasul Al-Mu’allim Wa Asalibuhu Fi At-Ta’lim yang ditulis Abdul Fattah Abu Ghuddah, menjelaskan bagaimana pribadi Rasulullah SAW menjadi teladan dalam seluruh aspek kehidupan orang-orang beriman dan secara khusus dalam aspek pengasuhan berkaitan dengan bagaimana Rasulullah SAW mendidik, membina para sahabatnya sehingga menjadi pribadi-pribadi yang berkualitas.</strong></p> <p><strong>Fokus dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kompetensi pengasuh santri dalam perspektif kitab Ar-Rasul Al-Muallim Wa Asalibuhu Fi At-Ta'lim (Rasulullah SAW Sang Guru; Meneladani Metode dan Karakteristik Nabi SAW dalam Mengajar) karya Abdul Fattah Abu Ghuddah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, jenis penelitian studi kepustakaan (library research). </strong></p> <p><strong>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Kompetensi Pengasuh Santri dalam perspektif kitab Ar-Rasul Al-Muallim Wa Asalibuhu Fi At-Ta'lim karya Abdul Fattah Abu Ghuddah merupakan kecakapan atau keahlian, baik berupa pengetahuan, keterampilan, maupun pengalaman seorang pengasuh santri dalam merawat, memelihara, mendidik, membina, dan membimbing santri di pondok pesantren denganpenuh tanggungjawab yang terdiri atas: kasih sayang, sabar, lemah lembut, adil, rendah hati, dan sederhana.</strong></p>2025-03-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 M. Nurman Ardiansyah, Hasbi Indra, Abdul Hayyie Al-Kattanihttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1325Tinjauan Islam Wasatiah terhadap Pendidikan Islam di Indonesia dalam Pandangan Azyumardi Azra2025-03-08T19:11:45+00:00Muhammad Yusronyusronmuhammad265@gmail.comMukh Nursikinayahnursikin@gmail.com<p>Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan tinjauan mendalam terhadap bagaimana Pendidikan Islam di Indonesia merespon konsep Islam Wasatiah yang dapat memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana nilai-nilai moderasi, toleransi, dan keadilan dapat diterapkan dan diintegrasikan ke dalam kurikulum, metode pengajaran, dan praktik pendidikan Islam secara lebih luas<strong>, d</strong>engan melibatkan pemikiran Azumardi Azra. Adapun metode penelitian yang dipakai, menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analitik, dengan jenis penelitian <em>librari research </em>atau penelitian kajian pustaka. Sementara pendekatan yang di gunakan adalah pendekatan historis dan filsafat. Pendekatan ini merupakan pendekatan melihat latar belakang pemikiran tokoh yang diangkat baik dari sisi internal maupun sisi eksternal tokoh. Kemudian Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan identifikasi wacana dari buku-buku, makalah atau artikel, majalah, jurnal, web (internet)<strong>. </strong>Kesimpulan penelitian ini adalah. Azumardi Azra mendorong pembaharuan kurikulum pendidikan Islam, sebagai kurikulum yang inklusif untuk mengimbangi aspek syariat dan hakikat. Gagasannya mencakup tujuan menciptakan individu utuh, materi yang mencakup ilmu agama, sains, dan teknologi, metode pembelajaran yang kritis, serta evaluasi berfokus pada bentuk esai. Pemikiran Azra juga memperkuat pemahaman toleransi sosial dalam pendidikan Islam, mengajak pembentukan lingkungan belajar inklusif, dan menciptakan hubungan emosional antara peserta didik di dalam dan di luar instansi pendidikan Islam.</p>2025-03-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Muhammad Yusron, Mukh Nursikinhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1170Pendekatan Studi Islam2025-03-08T19:13:04+00:00Ahmad Izzuddin Khotamiahmadizzuddinkhotami@gmail.comNafi' Mubaroknafi.mubarok@uinsa.ac.idAbu Bakarabu.bakar@uinsby.ac.id<p>Studi Islam, sebagai bidang kajian ilmiah, menunjukkan keberagaman pendekatan yang khas, masing-masing menawarkan sudut pandang yang berbeda untuk memahami dimensi-dimensi yang kompleks. Studi monodisiplin dalam ilmu pengetahuan Islam menyelami secara mendalam aspek-aspek tertentu, berfokus pada disiplin tunggal seperti teologi, yurisprudensi, atau sejarah. Eksplorasi khusus ini mengungkap detail-detail halus dalam domain yang terbatas. Sebagai kontras, studi interdisiplin dalam kajian Islam melampaui batas disipliner, menjalin hubungan antara berbagai bidang seperti filsafat, sosiologi, dan ilmu politik. Pendekatan ini mengembangkan pemahaman komprehensif tentang pengaruh Islam di berbagai ranah, mengungkap keterkaitan yang rumit. Studi multidisiplin menggabungkan wawasan dari berbagai disiplin, menciptakan mozaik yang mencerminkan keragaman kompleks peradaban Islam. Dengan memanfaatkan metodologi antropologi, sastra, ekonomi, dan lainnya, pendekatan ini merangkul keberagaman yang melekat dalam pemikiran dan praktik Islam. Studi transdisiplin dalam kajian Islam melampaui batasan-batasan disipliner secara keseluruhan, mengintegrasikan perspektif-perspektif yang berbeda ke dalam kerangka kerja yang terpadu. Pendekatan holistik ini menentukan kembali batas-batas, mengundang kontribusi dari bidang di luar akademis, seperti seni, spiritualitas, dan keterlibatan masyarakat, yang memperkaya pemahaman lebih inklusif dan holistik tentang dampak Islam yang mendalam pada masyarakat. Pendekatan-pendekatan dalam studi Islam, mulai dari kedalaman yang terfokus hingga sintesis yang luas, secara kolektif memperkaya wacana ilmiah, menawarkan jalur-jalur yang beragam untuk menjelajahi dan memahami sifat multifaset Islam serta signifikansinya secara global.</p> <p><strong> </strong></p>2025-03-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Ahmad Izzuddin Khotami, Nafi' Mubarok, Abu Bakarhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1307Metode Muri-Q dalam Pengenalan Huruf Hijaiyah (Studi Kasus di Rumah Tahfidz Al-Fatih Pabelan, Kartasura, Sukoharjo)2025-03-08T19:16:24+00:00Aldila Luthfiana Rahmadewio100220028@student.ums.ac.idYeti Dahlianayd669@ums.ac.idChusniatunchu144@ums.ac.idMahasri Shobahiyams208@ums.ac.id<p>Penelitian ini membahas tentang bagaimana penerapan Metode Muri-Q dalam pengenalan huruf hijaiyah pada pembelajaran Qur’an di Rumah Tahfidz Al-Fatih, Pabelan, Kartasura, Surakarta. Penelitian ini dilatarbeakangi pentingnya pengenalan huruf hijaiyah dalam tahap pembelajaran Qur’an. Metode Muri-Q adalah salah satu metode praktis membaca dan menghafal dengan cara melagukan bacaan al-Qur’an sesuai tajwid. Namun teori ini tidak relevan terhadap apa yang terjadi di Rumah Tahfidz Al-Fatih, yang mana sebagian santri tidak dapat mengenal huruf hijaiyah dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerepan metode Muri-Q dalam pengenalan huruf hijaiyah di Rumah Tahfidz Al-Fatih. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus. Metode yang digunakan dalam pengambilan data di penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa di Rumah Tahfidz Al-Fatih belum menggunakan metode Muri-Q pada seluruh pembelajaran Qur’an, namun hanya adalah dalam pembelajaran tahfidz. Metode Muri-Q yang digunakan di Rumah Tahfidz Al-Fatih efektif untuk membantu menghafal al-Qur’an, anak-anak merasa senang dan tidak cepat bosan saat menghafal karena metode Muri-Q menggunakan irama-irama yang menarik. Sedangkan dalam pembelajaran qira’ah (membaca) menggunakan metode Iqro’. Dalam pengenalan huruf hijaiyah di Rumah Tahfidz Al-Fatih tidak memasukkannya dalam perencanaan pembelajaran Qur’an, Sehingga para pengajar tidak memperkenalkan huruf hijaiyah kepada para santri. Akibatnya sebagian santri kurang dalam mengenal huruf hijaiyah.</p>2025-03-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Aldila Luthfiana Rahmadewi, Yeti Dahliana, Chusniatun, Mahasri Shobahiyahttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1308Metode Internalisasi Karakter Qur’ani melalui Pendidikan Mapala dan Ekstrakulikuler Furusiyyah (Studi di STIQ Isy Karima)2025-03-08T19:19:20+00:00Wahid Fairuzziyad Rofifo100220047@student.ums.ac.idAri Anshoriaa112@ums.ac.idSyamsul Hidayat sh282@ums.ac.id<p>Metode adalah cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan karakter Qur’ani adalah tatanan perilaku manusia yang sejalan dengan nilai-nilai moral yang terkandung dalam kitab suci al-Qur’an. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk medeskripsikan metode internalisasi, hambatan dan solusi, serta hasil dari pelaksanaan karakter Qur’ani melalui Pendidikan Mahasiswa Pecinta Alam dan Ekstrakulikuler Furusiyyah di STIQ Isy Karima. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yaitu mendapatkan gambaran umum dengan mengumpulkan data-data alamiah dari fenomena-fenomena berdasarkan kondisi yang sebenarnya sehingga memberikan kesan tentang berbagai peristiwa dan orang-orang tertentu dari latar belakang sosial tertentu. Berdasarkan data temuan, metode internalisasi karakter Qur’ani melalui Pendidikan Mahasiswa Pecinta Alam dan ekstrakulikuler furusiyyah di STIQ Isy Karima Karanganyar dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu peneladanan, pembiasaan, penegakan aturan, dan pemotivasian. Hambatan dalam internalisasi karakter Qur’ani melalui Pendidikan Mapala di STIQ Isy Karima adalah peralatan yang kurang memadai, input peserta didik yang berbeda-beda, kemudian peserta didik yang belum terbiasa dengan pola latihan serta kegiatan yang cenderung monoton. Sedangkan hambatan yang terdapat pada ekstrakurikuler Furusiyyah adalah waktu latihan yang kurang, kurangnya buku panduan sebagai acuan teori, dan cuaca. Hasil internalisasi karakter Qurani adalah karakter taqwa, ikhlas, tawakkal, istiqomah, mujahadah, <em>syaja'ah,</em> merawat tumbuhan dan menjaga kelestarian alam, tawadhu, dan menyayangi binatang.</p>2025-03-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Wahid Fairuzziyad Rofif, Ari Anshori, Syamsul Hidayat https://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1294 Epistimologi Tauhid Ismail Raji Al-Faruqi sebagai Landasan Pendidikan 2025-03-08T19:14:24+00:00Mohammad MuslihMuslih@unida.gontor.ac.idAmir Reza Kusumaamirrezakusuma@mhs.unida.gontor.ac.id<p>Dominannya hegemoni ini bukan berarti tidak bisa ditolak. Akan tetapi inilah tantangan pemikiran global yang harus dihadapi dengan penanganan serius. Terutama dalam hal fundamental pendidikan sebagai institusi yang memiliki otoritas akan ilmu. Maka disini pemahaman tauhid dalam islam sangat dibutuhkan penelitian ini membahas konsep Tauhid dalam membangun ilmu yang menjadi bagian konstruksi kajian keislaman dalam pandangan Ismail Raji al-Faruqi. Sebagai seorang pemikir Muslim kontemporer, al-Faruqi berpandangan bahwa tauhid merupakan sesuatu yang substansial serta berimplikasi dalam beragam dimensi kehidupan Manusia. Karena integrasi tauhid dalam dimensi kehidupan yang bersifat komprehensif, penulis menemukan bahwa paradigma tauhid al-Faruqi ini secara epistemologi memiliki hubungan yang sangat erat dengan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, kajian ini mencoba merumuskan penalaran epistemologi pendidikan tersebut. Upaya ini diharapkan memberikan spirit kehidupan manusia yang berbasiskan tauhid dalam segala aspek kehidupannya.</p>2025-03-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Mohammad Muslih, Amir Reza Kusumahttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1277Analisis Pemahaman Konsep Matematika pada Materi Luas Bangun Datar Melalui Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME)2025-03-08T18:55:11+00:00Siti Aisahsiti.aisyah@iuqibogor.ac.idWirandaniwirandaniira@gmail.com<p>Kemampuan memahami konsep menjadi kemampuan awal bagi peserta didik untuk menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis dan penyelesaian masalah matematika. Pemahaman akan sebuah konsep secara benar menjadikan peserta didik bukan hanya mengingat atau menghafal sebuah rumus, namun peserta didik mampu mengaplikasikan konsep dalam memecahkan masalah tertentu yang mungkin berbeda bentuk matematisnya. Proses penyampaian materi matematika tidak harus diawali dengan teorema atau definisi. Peserta didik di SD belum mampu berpikir deduktif dengan objek yang abstrak. Pendekatan RME diharapkan dapat menjembatani dua karakteristik perbedaan antara matematika dan tingkat perkembangan kognitif peserta didik SD. Konstruksi konsep dalam pikiran peserta didik muncul melalui pengalaman sehingga peserta didik di SD dapat mengaitkan antara konsep empiris dengan objek matematis. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep luas bangun datar melalui pendekatan RME yang memanfaatkan objek kongkrit bidang datar persegi panjang. Peserta didik mampu merekonstruksi secara mandiri bagaimana luas bidang-bidang segi empat lainnya dapat diperoleh dengan mengubah bidang-bidang segi empat tersebut menjadi persegi panjang.</p>2025-03-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Siti Aisah, Wirandanihttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1997Analisis Kualitas Media Pembelajaran PowerPoint PAI yang Dibuat oleh Mahasiswa: Studi Kasus pada Program Studi Pendidikan Agama Islam2025-03-08T19:23:28+00:00Sri Yatisriyatialmayd@gmail.comAsniyah Nailasariyasniyah.nailasariy@uin-suka.ac.idSabarudinsabarudin@uin-suka.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas media pembelajaran PowerPoint yang dibuat oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di kelas A semester 5 dengan jumlah mahasiswa sebanyak 25 orang, serta mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi dalam proses pembuatan media pembelajaran PowerPoint. Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi dan memahami kualitas media pembelajaran PowerPoint yang dibuat oleh mahasiswa dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan dosen pengampu dan mahasiswa, serta observasi langsung di kelas. Metode ini dipilih karena dapat memberikan gambaran mendalam dan komprehensif mengenai fenomena yang diteliti, serta memungkinkan peneliti untuk menangkap makna dan pengalaman subjektif dari partisipan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam membuat media pembelajaran PowerPoint bervariasi. Meskipun ada kemajuan, masih terdapat kekurangan dalam pemahaman desain dan penguasaan fitur, seperti penggunaan gambar yang tidak sesuai, ukuran teks yang kecil, dan slide yang penuh dengan teks. Diperlukan pelatihan intensif dari dosen untuk meningkatkan pemahaman etika visual dan penerapan prinsip desain yang efektif. Implikasi dari penelitian ini menyoroti perlunya peningkatan bimbingan dan pelatihan praktis dari dosen untuk membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan desain media pembelajaran. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan pentingnya penggunaan sumber referensi dan etika visual dalam presentasi. Penggunaan teknologi AI dalam pembuatan slide dapat menjadi alat bantu, namun harus diimbangi dengan pemahaman mendalam terhadap materi yang disampaikan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan untuk pengembangan kurikulum yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.</p>2025-03-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Sri Yati, Asniyah Nailasariy, Sabarudinhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1298Implementasi Pembuatan Buku Suplemen Toleransi Pada Pelajaran PAI Untuk SMP2025-03-08T19:21:42+00:00Dede Ahmad Muhtaromdd.ahmad.m.hd@gmail.comUlil Amri Syafriulamris@gmail.comAkhmad Alimakhmadalim@gmail.com<p>Keberadaan buku teks secara langsung dapat menunjang pencapaian kurikulum. Buku suplemen yang akan dikaji dalam penelitian ini yaitu buku suplemen toleransi pada pelajaran PAI untuk SMP. Karena belakangan banyak orang yang menggugat bahwa pendidikan agama Islam justru mengajarkan intoleransi. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development). Model dari penelitian pengembangan ini menggunakan model 4D oleh Thiagarajan yang terdiri dari empat tahapan, yakni define, design, develop, dan disseminate. penelitian ini telah menghasilkan sebuah produk berupa buku suplemen materi toleransi untuk siswa SMP kelas IX dengan hasil dan pokok yang dapat dijelaskan (1) Konsep toleransi pada buku suplemen toleransi pada pelajaran PAI untuk SMP meliputi tafakur, pantun Islami, thalabul ilmi, ikhtisar, uswatun hasanah, mari bermuhasabah, mari berlatih, dan kreativitas generasi muslim. (2) Isi materi berkaitan dengan toleransi pada buku suplemen toleransi pada pelajaran PAI untuk SMP yang dikembangkan mendapatkan kategori layak digunakan sebagai buku penunjang pembelajaran. (3) Pengembangan buku suplemen toleransi pada pelajaran PAI untuk SMP dilakukan melalui revisi-revisi, sehingga produk yang dihasilkan siap digunakan untuk khalayak umum.</p>2025-03-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Dede Ahmad Muhtarom, Ulil Amri Syafri, Akhmad Alimhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1232Insersi Nilai Islam Moderat Untuk Menanggulangi Radikalisme dan Ekstrimisme di Era Society 5.02025-03-04T18:43:18+00:00Anfasa Naufal Reza Irsalianfasanaufal79@gmail.comAhmad Adrian Fahmi Al-Hudaadrianfahmi989@gmail.comLuqman Hakimuinsaluqmanhakim@gmail.com<p>Artikel ini bertolak atas fenomena maraknya pemahaman mengenai radikalisme dan ekstremisme yang marak dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang sejatinya bersifat plural dan multikultural. Pluralisme masyarakat Indonesia menjadikan potensi perpecahan semakin besar ketika terjadi absolutisme Islam antar umat beragama Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitianTinjauan Literatur. Pengumpulan data dilakukan melalui penelaahan artikel jurnal terindeks Sinta, tesis, buku dan dokumen lain yang relevan dengan kajian penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis munculnya radikalisme dan ekstremisme di masyarakat pada era masyarakat 0,5 dan menawarkan penguatan nilai-nilai Islam moderat sebagai alternatif solusi dalam menghadapi merebaknya radikalisme dan ekstremisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) di era society 5.0, dimungkinkan terjadinya globalisasi informasi dan komunikasi di seluruh dunia dengan bantuan teknologi, yang menyebabkan benih-benih radikalisme dan terorisme menyebar dengan sangat cepat ke berbagai kalangan. 2) Islam Moderat merupakan konstruksi keagamaan yang memberikan pemahaman tengah dalam memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam. Sikap beragama yang moderat penting untuk memperjuangkan cita-cita Islam secara damai dan memandang Islam sebagai pembawa rahmat bagi peradaban dunia, serta tidak menyetujui kekerasan. 3) Insersi nilai-nilai Islam moderat di tengah realitas multikultural merupakan tawaran yang baik untuk mencegah penyebaran berbagai aliran atau ideologi radikal dan ekstrim di era masyarakat 5.0 dengan memperkuat pemahaman dan pengamalan keagamaan, hubungan multikultural, serta penguatan relasi agama dan budaya di kehidupan masyarakat.</p>2025-03-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Anfasa Naufal Reza Irsali, Ahmad Adrian Fahmi Al-Huda, Luqman Hakimhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1336Analisis Pendampingan Pengembangan Pembelajaran dengan Aplikasi Kahoot Pada Mata Pelajaran SKI di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama’ Ttarate Putri Gresik2025-03-08T19:28:23+00:00Moh Tahrikul HukamakMuhammad.hukamak@gmail.comMashuri MuslimMashuri157@gmail.com<p>Penelitian ini didasari oleh ketertarikan penulis untuk mengetahui bagaimana Bagaimana perencanaan pendampingan pengembangan pembelajaran dengan aplikasi <em>Kahoot </em>pada mata pelajaran SKI. Penulis menjadikan MI Nahdatul Ulama’ Trate Putri Gresik sebagai lokus dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk perencanaan dalam melakukan asistensi pembelajaran berbantu <em>Kahoot </em>pada mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (<em>field research</em>). Hasil penelitian ini adalah Kahoot merupakan aplikasi online dikembangkan dengan format “permainan”. Poin diberikan pada jawaban benar dan siswa ikut dapat melihat tanggapan mereka. Pembelajaran dengan game berpotensi menjadi baik sebab dapat menciptakan komponen lisan maupun tulisan. Penguasaan Teknologi oleh pengajar dapat mempermudah untuk mencari bahan ajar, metode ajar dan suasana kelas yang menyenangkan.</p>2025-03-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Moh Tahrikul Hukamak, Mashuri Muslimhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1365Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Peningkatan Minat dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran SKI Kelas XI di MA Manba’ul Huda Majalengka2025-03-08T19:27:03+00:00Humaedi Fadilahhumaedifadilah06@gmail.comMuslihudinmuslihudin@syekhnurjati.ac.idWawan Ahmad Ridwanwawanridwan68@gmail.com<p>Model Peembelajaran <em>Inquiry </em>adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada aktifitas siswa di dalam kelas dengan bentuk langkah-langkah penerapan materi yang diajarkan di dalam kelas sesuai dengan tahapan-tahapan <em>Inquiry. </em>Model Pembelajaran <em>Inquiry </em>yang diterapkan pada mata pelajaran SKI kelas XI di Madrasah Aliyah Manba’ul Huda Cisambeng Palasah Majalengka sudah sesuai dengan kurikulum 2013 yang mengharuskan pembelajaran dengan pendekatan <em>student centered </em>atau siswa yang harus aktif dalam kegiatan pembelajaran. Maka dari itu Model Pembelajaran <em>Inquiry </em>ini menjadi menarik untuk dikaji dan diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran <em>Inquiry </em>terhadap peningkatan minat dan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Dari hasil analisis, menunjukan bahwa pengelolaan Model Pembelajaran <em>Inquiry </em>di kelas XI MA Manba’ul Huda berjalan sistemastis dan kondusif, dengan kondusifitas pembelajaran tersebut diharapkan minat dan hasil belajar siswa menjadi meningkat.</p>2025-03-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Humaedi Fadilah, Muslihudin, Wawan Ahmad Ridwanhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1247The Role Of Guidance Counseling Teachers in the Independent Curriculum Towards Forming the Profile Of Pancasila Students2025-03-08T18:45:36+00:00Rizki Kurniawanrezkyk438@gmail.comFirmanfirman@fip.unp.ac.idMohd. Suhadi Bin Mohamed Sidiksuhadisidik@unishams.edu.my<p>The Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia has established a strategic plan to encourage the progress of students who adhere to the principles of Pancasila. This approach requires the participation of various stakeholders at both broader and specific levels, including educational counselors who have an important function in achieving this goal. This essay explores the role of counselors in forming Pancasila student profiles and the subsequent influence on students' personal resilience, by utilizing literature study techniques. School counselors have the task of developing character education by cultivating personal resilience attributes in students, such as self-confidence, commitment to principles, autonomy, and accountability. This is in line with the six character profiles of Pancasila students, which include religious faith, firm commitment to God, and virtuous ethics; embracing global diversity; foster collaboration; promote independence; encourage critical thinking; and foster creativity. In addition, it is very important to foster collaboration between all parties involved in order to actively anticipate and overcome the impacts that may arise from the application of counterproductive methods in the field of counseling.</p>2025-03-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Rizki Kurniawan, Firman, Mohd. Suhadi Bin Mohamed Sidikhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1345Analisis Metode Menghafal Al-Qur’an Berdiferensiasi (Studi Komparasi MI Muhammadiyah Parakan Dan Rumah Qur’an Muslim Madani Parakan)2025-03-08T19:25:52+00:00Khamsah Ruhana Thayibaho100220037@student.ums.ac.id<p>Artikel ini bertujuan untuk menganalisis metode menghafal Al-Qur’an berdiferensiasi di MI Muhammadiyah Parakan dan Rumah Qur’an Muslim Madani Parakan. Penelitian terdahulu terkait menghafal Al-Qur’an hanya difokuskan pada implementasi dan evaluasi, sangat minim penelitian yang menelaah tentang pemilihan metode dengan memperhatikan gaya belajar padahal memahami gaya belajar sangat penting dalam proses pembelajaran karena menyangkut cara yang cepat dan tepat untuk menyerap informasi. Sehingga penelitian ini penting karena dalam proses pembelajaran menghafal Al-Qur’an seorang guru mencoba memahami karakteristik gaya belajar siswa sehingga dapat menyesuaikan metode yang tepat untuk diterapkan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian lapangan dengan pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun kesimpulan dari penelitian ini ditemukan tiga jenis gaya belajar dan metode yang paling efektif digunakan dalam menghafal Al-Qur’an. Yaitu auditori menggunakan metode sima’i, visual menggunakan metode kitabah dan kinestetik menggunakan metode kaisa.</p>2025-03-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Khamsah Ruhana Thayibahhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1302Perilaku Wanita Karier Terhadap Ketentuan Radha'ah dalam Perspektif Hukum Islam2025-03-13T15:19:40+00:00Fakih Abdul Rozakfaqihpbg118@gmail.com<p>Seiring perkembangan zaman saat ini banyak wanita yang bekerja demi menghidupi keluarga dengan alasan karena tuntutan pekerjaan atau memang karena keinginan dirinya sendiri untuk tetap berkarya sehingga berdampak pada anak karena hanya memiliki sedikit waktu dengan ibu. Hal demikian memicu timbulnya potensi masalah baru dalam rumah tangganya, salah satunya adalah kewajiban sebagai ibu menyusui fdan merawat pasca kelahiran anaknya, yaitu menyusui anaknya. Wanita karir banyak yang tidak sempat untuk menyususi anaknya sehingga banyak yang menggunakan jasa bank asi atau menyewa asisten rumah tangga untuk merawat anaknya. Sehingga muncul pertanyaan yaitu bagaimana peran wanita karir yang sesuai dengan ketentuan radhaah dalam perspektif hukum islam? Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan berdasarkan teori, konsep. asas hukum serta peraturan perundang-undangan yang berlandaskan Hukum Islam. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi lapangan (field research) dengan cara terjun langsung pada lapangan melalui teknik observasidan studi dokumenter. Penyusuan dilakukan untuk paling lama dua tahun, dan dapat dilakukan penyapihan dalam masa kurang dua tahun dengan persetujuan ayah dan ibunya. Proses menyusui pada anak dilakukan paling lama dua tahun, yang berarti dalam proses penyusuan maksimal 2 tahun lamanya dan bisa dilakukan penyapihan dalam masa kurang dua tahun akan tetapi dengan persetujuan ayah dan ibunya. Di dalam persetujuan tersebut perlu dipikirkan secara matang untuk tumbuh kembang anak kedepan dan tentunya tidak memberatkan kondisi kedua orang tua dengan alasan kesehatan atau yang mendesak lainnya.</p>2025-03-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Fakih Abdul Rozakhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/2155Karakteristik dan Model Integrasi Ilmu Madrasah Ibtidaiyah2025-03-13T15:20:54+00:00Zulhijrahzulhijrahkarim@gmail.comNabila Joti Larasati22204082028@student.uin-suka.ac.idSedya Sentosasedya.santosa@uin-suka.ac.id<p>Tulisan ini menjelaskan tentang karakteristik dan model integrasi ilmu madrasah ibtidaiyah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakterstik dan model ilmu madrasah ibtidaiyah. Metode penelitian ini menggunakan literature research atau penelitian kepustakaan yang akan dianalisis dan disimpulkan. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan studi pustaka yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara menggunakan data-data yang berkaitan dengan karakterstik dan model integrasi ilmu madrasah ibtidaiyah denagn ilmu Islam dari buku-buku, jurnal, internet dan sumber lainnya yang relevan. Penelitian ini bersifat kualitatif yang lebih mengutamakan penggalian, penemuan, pembacaan, penjelasan dan penyampaian makna atau simbol data yang tersurat dan terserat dari data yang dikumpulkan. Hasil penelitian ini berupa: 1) pengertian dari Madrasah Ibtidaiyah, 2) Karakteristik integrasi Ilmu madrasah Ibtidaiyah, 3) model integrasi ilmu madrasah ibtidaiyah dengan. Kesimpulan dari tulisan ini Polarisasi yang demikian tentu akan merugikan kehidupan manusia karena ilmu-ilmu yang dikembangkan berbagai model salah satu model purifikasi. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah lembaga pendidikan alternatif mengembangkan keilmuan secara integratif, yang dapat memadukan antara ilmu-ilmu umum dan ilmu agama.</p>2025-03-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Zulhijrah, Nabila Joti Larasati, Sedya Sentosahttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/2162Mengolah Sampah Menjadi Berkah: Penanaman Profil Pancasila Tema Gaya Hidup Berkelanjutan Di SDI Tanjungsari Blitar2025-03-19T18:07:26+00:00Irma Fauziahirmafauziah@uinsatu.ac.id<p>Kurikulum Merdeka terbentuk atas struktur kurikulum intrakurikuler, kurikulum kokurikuler dan kurikulum ekstrakurikuler. Kurikulum kokurikuler atau yang disebut dengan proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) merupakan upaya penanaman karakter yang lebih terstruktur diantaranya dengan penentuan alokasi waktu 20% dari keseluruhan total jam pelajaran. SDI Tanjungsari Kota Blitar adalah salah satu sekolah yang telah melaksanakan P5 yaitu untuk kelas 1 dan 4. Penelitian ini bertujuan untuk menggali kemudian menggambarkan pelaksanaan P5 yang telah dilaksanakan yaitu pada tema Gaya Hidup Berkelanjutan yaitu “Mengolah sampah menjadi Berkah” serta dampaknya bagi peserta didik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan pengolahan sampah di SDI Tanjungsari Kota Blitar meliputi 1) pembentukan tim fasilitator P5 yang, 2) perencanaan dan penyusunan timeline jadwal P5, 3) sosialiasasi P5 kepada wali murid, 4) pelaksanaan P5, 5) evaluasi P5. Adapun pelaksanaan kegiatan P5 membawa dampak baik bagi peserta didik yaitu pengetahuan yang konkrit, tercipta karakter gotong royong, tanggung jawab dan kreatif.</p>2025-03-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Irma Fauziahhttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/2159Peran Ustadz dan Ustadzah dalam Pembinaan Akhlak Anak di TPA Al-Husna Kota Palangka Raya2025-03-19T18:08:23+00:00Mita Restinamitarestina25@gmail.comZainap Hartatizainap.hartati@iain-palangkaraya.ac.idSaiful Lutfisaiful.lutfi@iaim-palangkaraya.ac.id<p>Banyaknya kejadian para pelajar yang seringkali melakukan tindakan kekerasan, tawuran, kriminal, bullying, bahkan sampai pada pergaulan bebas. Perbuatan menyimpang para pelajar tersebut merupakan dampak dari lemahnya ilmu pengetahuan agama, serta kurangnya pengawasan orang tua dalam keseharian pelajar tersebut. Keterbatasan orang tua dalam mendidik anak menjadikan TPA sebagai tempat yang cocok untuk anak mendapatkan ilmu agama yang lebih luas. Mengingat semakin hari semakin besar tantangan yang dihadapi termasuk dalam pembentukan akhlak pada anak. Keberadaan TPA semakin relevan, melihat perkembangan zaman yang mempengaruhi moralitas dan perilaku generasi muda. Untuk membantu keterbatasan orang tua dalam mendidik anak, maka diperlukan peran Ustadz dan Ustadzah dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Ustadz dan Ustadzah dalam pembinaan akhlak anak di TPA dan kendala-kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa peran Ustadz dan Ustadzah sebagai teladan, sebagai pembiasaan, dan sebagai penasihat. Terdapat dua kendala yang dihadapi, yaitu kurangnya tenaga pengajar dan keterbatasan ruangan belajar.</p>2025-03-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Mita Restina, Zainap Hartati, Saiful Lutfihttps://mail.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/2149Ekoteologi Islam Ekoteologi Islam: Prinsip Konservasi Lingkungan dalam Al-Qur'an dan Hadits serta Implikasi Kebijakannya2025-03-19T18:05:15+00:00Hesty Widiastutyhesty.widiastuty@iain-palangkaraya.ac.idKhairil Anwarkhairil.anwar@iain-palangkaraya.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep ekoteologi Islam melalui analisis mendalam terhadap prinsip-prinsip konservasi lingkungan yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Hadits. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dengan menggali, menganalisis, dan menginterpretasikan ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits yang berkaitan dengan lingkungan hidup, serta merumuskan implikasinya terhadap kebijakan lingkungan kontemporer. Analisis tematik (maudhu’i) dan analisis konten dilakukan untuk menginterpretasikan prinsip-prinsip lingkungan yang berasal dari ajaran Islam. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ekoteologi Islam dibangun berlandaskan tiga konsep fundamental: tauhid (keesaan Allah), khalifah (pengelolaan), dan amanah (tanggung jawab). Dalam perspektif Islam, alam semesta diciptakan dalam keseimbangan (mizan) dan manusia diberi tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan tersebut. Analisis terhadap ayat-ayat ekologis menunjukkan bahwa Islam menekankan konservasi sumber daya alam, melarang perusakan lingkungan (fasad fil-ardh), dan memerintahkan hidup sederhana tanpa pemborosan (israf). Prinsip-prinsip ini memiliki implikasi signifikan terhadap pengembangan kebijakan lingkungan kontemporer yang holistik, etis, dan berkelanjutan, yang tidak hanya mengatasi krisis ekologi, tetapi juga mendorong keadilan sosial dan kesejahteraan bersama.</p>2025-03-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Hesty Widiastuty, Khairil Anwar